Rempahrempah, yang pada masa sebelumnya menjadi barang dagangan paling laris di pasaran Eropa, mulai tergantikan oleh komoditas lain: tebu, karet, dan kina. Selain itu, sentralisasi dalam bidang ekonomi juga mulai terbentuk. Pada masa ini sejarah ekonomi Indonesia diwarnai dengan sentralisasi dan negara Jawasentris.
Tetapijuga dikenal sebagai ibu rempah-rempah. "Kami mengenal banyak sekali rempah asal Indonesia mulai dari Lada Putih Muntok, Cengkeh Minahasa, Pala Kepulauan Banda, Kayumanis Koerintji. Indonesia terkenal akan mutu dan kualitas rempahnya," ujanya.
Darikeragaman jenis dan wilayah penghasil rempah-rempah, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok rempah dunia yang dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Apalagi, nilai impor (permintaan) dunia terhadap rempah-rempah setiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 7,2% dengan nilai mencapai USD10,1 miliar.
Vay Tiền Nhanh.
Pasca jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani tahun 1453, akses bangsa Eropa untuk memperoleh rempah-rempah yang lebih murah di kawasan Laut Tengah menjadi tertutup. Hal tersebut mengakibatkan bangsa Eropa melakukan pelayaran ke timur untuk mencari rempah-rempah. Salah satu kepulauan yang dituju adalah kepulauan Indonesia. Hal tersebut dikarekan ketersediaan rempah-rempah di Indonesia yang melimpah, harga yang murah serta mutu dari rempah-rempah yang baik. Beberapa rempah-rempah yang diperoleh dari kepulauan Indonesia yakni cengkeh, kopi, nilai, jarak, dan lain-lain. Dalam mendapatkan rempah-rempah tersebut bangsa Eropa melakukan monopoli perdagangan dan bahkan melakukan penjajahan di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, hubungan rempah-rempah dengan penjajahan di Indonesia adalah bahwa bangsa Eropa datang ke Indonesia karena ingin mencari rempah-rempah yang ingin dijadikan sebagai komoditas utama mereka dalam perdagangan di pasar Eropa, namun bangsa Eropa justru melakukan praktik monopoli perdagangan dan melakukan penjajahan di berbagai daerah di Indonesia.
Pasca jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani, akses bangsa Eropa untuk memperoleh rempah-rempah yang lebih murah di kawasan Laut Tengah menjadi tertutup. Hal tersebut mengakibatkan bangsa Eropa melakukan pelayaran ke timur untuk mencari rempah-rempah. Salah satu kepulauan yang dituju adalah kepulauan Indonesia. Hal tersebut dikarekan ketersediaan rempah-rempah di Indonesia yang melimpah, harga yang murah serta mutu dari rempah-rempah yang baik. Beberapa rempah-rempah yang diperoleh dari kepulauan Indonesia yakni cengkeh, kopi, nilai, jarak, dan lain-lain. Dengan demikian, mutu rempah-rempah di kepulauan Indonesia sangat bagus, harga yang murah serta ketersediaannya cukup melimpah.
bagaimana mutu dan harga rempah rempah dari indonesia